![]() |
| Foto : Cut Meyriska, Artis berdarah Aceh |
Sama halnya bersama daerah lain di Indonesia, pernikahan di Aceh masihlah dianggap yang merupakan aspek yg sakral. Tapi dari satu buah penelitian terungkap, belakangan muncul tren perceraian yg tinggi.
Para peneliti dari Pusat Studi Kependudukan & Sumber Daya Manusia Kampus Syiah Kuala menuturkan fenomena teranyar yg berjalan di Aceh terkait pernikahan & perceraian. Data ini utama buat tentukan kebijakan terkait kependudukan di periode depan.
Salah satu peneliti, Fakhruddin memaparkan, kultur pernikahan di Aceh. Bila mau melamar anak perawan di wilayah Pidie, contohnya, mesti sediakan emas seberat 20-30 mayam atau 70-100 gr emas. Seandainya umumnya harga 1 gr emas di Aceh mencapai Rupiah 1,1 juta, sehingga mahar yg diberikan disaat mau menikahi perawan Aceh minimal Rupiah 100 juta.
“Apalagi seandainya kelak dapet istrinya miliki gelar Cut atau Syarifah. Lebih agung lagi biayanya,” paparnya dalam Jumpa Nasional Diseminasi & Sosialisasi Hasil Kajian Dialog Kebijakan Kependudukan, di Grand Aston Hotel Yogyakarta, Senin 25 Juli 2016.
Ini belum termasuk juga prosesi budaya yg lumayan panjang di Aceh terkait pernikahan. “Tujuannya ya biar pernikahan itu jadi sesuatu tak gampang utk dimulai tapi serta tak gampang diakhiri,” tambahnya.(detik)
Para peneliti dari Pusat Studi Kependudukan & Sumber Daya Manusia Kampus Syiah Kuala menuturkan fenomena teranyar yg berjalan di Aceh terkait pernikahan & perceraian. Data ini utama buat tentukan kebijakan terkait kependudukan di periode depan.
Salah satu peneliti, Fakhruddin memaparkan, kultur pernikahan di Aceh. Bila mau melamar anak perawan di wilayah Pidie, contohnya, mesti sediakan emas seberat 20-30 mayam atau 70-100 gr emas. Seandainya umumnya harga 1 gr emas di Aceh mencapai Rupiah 1,1 juta, sehingga mahar yg diberikan disaat mau menikahi perawan Aceh minimal Rupiah 100 juta.
“Apalagi seandainya kelak dapet istrinya miliki gelar Cut atau Syarifah. Lebih agung lagi biayanya,” paparnya dalam Jumpa Nasional Diseminasi & Sosialisasi Hasil Kajian Dialog Kebijakan Kependudukan, di Grand Aston Hotel Yogyakarta, Senin 25 Juli 2016.
Ini belum termasuk juga prosesi budaya yg lumayan panjang di Aceh terkait pernikahan. “Tujuannya ya biar pernikahan itu jadi sesuatu tak gampang utk dimulai tapi serta tak gampang diakhiri,” tambahnya.(detik)
Sumber: http://klikkabar.com/2016/07/27/peneliti-melamar-anak-gadis-pidie-harus-sediakan-emas-20-hingga-30-mayam/

0 Response to "Peneliti: Melamar Anak Gadis Pidie Harus Sediakan Emas 20 hingga 30 Mayam"
Post a Comment