| Kota Sigli |
BUDAYA MERANTAU
Budaya merantau merupakan warisan turun temurun masyarakat pidie, pada dasarnya bukan hanya merupakan simbol independesi dan kedewasaan, akan tetapi juga dorongan untuk sukses, membangun jaringan berdakwah dan pengakuan akan eksistensi identitas (bagian penting dalam riwayat hidup). Kentalnya tradisi merantau di Pidie, banyak orang yang menyebutkan pidie dengan istilah ‘Cina Hitam’ (The Black Chinese). Dijuluki sebagai julukan The Black Chinese dikarnakan prestasi masyarakat pidie dianggap menyamai prestasi kesuksesan ekonomi dan perdagangan bangsa Cina yang sebenarnya. Putera kelahiran Pidie dikenal luas sebagai orang yang sukses di perantauan, tidak hanya sebagai pedagang atau pengusaha, maupun politisi yang mendapat kedudukan penting di lembaga masyarakat maupun pemerintahan. Walaupun sektor utama penggerak perekonomian Pidie adalah pertanian, namun ini bukan berarti pola pikir, semangat dan cara pandang kami sangat tertutup dan terbelakang, sebagaimana lazimnya masyarakat agraris. Salah satu dasar filosofis konsep merantau bagi warga Pidie adalah keinginan untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Masyarakat pidie selalu berpikir lebih maju, visioner, dan bercita-cita tinggi (outward looking). Sikap berpangku tangan bukanlah ciri khas masyarakat pidie, prinsip masyarakat pidie adalah pantang berpangku tangan duduk di rumah dan menganggur. Sudah jadi suatu kebiasaan jika seseorang telah dewasa untuk merantau ke luar daerah, bahkan ke luar negeri, baik mencari ilmu ataupun berdagang. Karena visi orang pidie berkeinginan untuk memperluas jaringan, tidak hanya di dalam level lokal di Aceh, namun juga secara regional di Pulau Sumatera, Indonesia dan bahkan internasional. Masyrakat pidie lebih indentik dengan bangsa cina dikarenakan orang pidie senang bermigrasi ke seluruh dunia dan akhirnya sukses dan mandiri secara ekonomi. Kebanyakan orang Pidie yang merantau berprofesi sebagai pedagang baik kecil ataupun besar.
Dari segi filosofi ke praktek, Salah satu spirit yang memicu kesuksesan perantauan masyarakat Pidie adalah beberapa prinsip yang dianut, khususnya dalam dunia dagang. Falsafah inilah yang menjadi sumber inspirasi masyarakat pidie. Dalam hal ini orang Pidie menerapkan apa yang disebut politik dagang. Falsafah yang paling sering didengar adalah ‘modal siploh-dipeubloe sikureung, lam tiep-tiep rueung na laba’. Artinya, modal sepuluh-dijual sembilan, dalam setiap ruang (transaksi pembelian) ada keuntungan. Politik dagang semacam ini membuat para saingan dagang khawatir. Pada kenyataannya dengan menurunkan harga barang, mereka tetap bisa mendapatkan keuntungan. Ini merupakan sebuah strategi dagang yang cukup membuat mereka cepat sukses dimana saja. Selain itu pelayanannya bisa jadi berbeda dan spesial. Pada hari pertama membuka toko biasanya masyarakat pidie mengadakan semacam kenduri atau peusijuek, sipemilik toko biasanya menyediakan makanan khas Aceh atau tumpeng kuning, untuk diberikan secara gratis kepada pembeli, itu merupakan salah satu strategi untuk menarik pelanggan, mereka juga pintar dalam merebut hati pembeli.
Konsep merantau bagi masyarakat Pidie tidak hanya mengembara demi status sosial ekonomi yang lebih baik. Kehidupan yang lebih baik di sini juga dimaksud agar masyarakat sukses dalam dua hal, yaitu sukses dunia dan akhirat, ke barat dan ke timur, sukses berdagang dan juga belajar menuntut ilmu. Konsep ini diterjemahkan dalam dua bentuk: Pertama, Jak u barat (Pergi ke barat) atau menuntut ilmu agama dan belajar ilmu praktis keduniaan melalui dayah atau instititusi pendidikan dan Kedua, jak u timu (Pergi ke timur) atau berdagang.
Sehingga merantaunya orang Pidie tidaklah semata-mata demi alasan keuangan, tapi juga semangat untuk maju dan memperluas jaringan dan saudara. Meskipun sektor penggerak ekonomi utama adalah bertani, namun masyarakat Pidie punya visi hidup yang maju dan terbuka, tidak sebagaimana masyarakat agraris lain pada umumnya. Sehingga adat merantau warga Pidie adalah sebuah khasanah yang perlu terus diwariskan dari generasi ke generasi.[http://islamsosmed.blogspot.co.id]
0 Response to "Budaya Merantau Masyarakat Pidie "
Post a Comment