Kenali “Si Mata Biru” Keturunan Portugis Di Aceh Jaya

Kenali “Si Mata Biru” Keturunan Portugis Di Aceh Jaya
Siapa yang tak mengenal ungkapan Si Mata Biru yang terkenal di Aceh ? Ungkapan yang disematkan kepada keturunan Portugis-Aceh dengan bola mata berwarna kebiruan yang bermukim di Lamno, Aceh Jaya. Ketenaran keturunan Portugis ini sudah dikenal sejak lama, membuat banyak hati tertaut, hingga tak jarang mereka yang datang bertandang ke Lamno hanya untuk melihat bukti kebenaran cerita yang tersebar sangat masyhur tersebut. Bahkan ada yang sampai meminang karena sudah terlanjur terpaut akan kecantikan dan kebaikan budi si Gadis Bermata Biru.

Singkat cerita, setelah Tsunami meluluh lantakkan Aceh 2004 silam, populasi Si Mata Biru pun semakin langka. Banyak dari keturunan mereka yang menjadi korban Tsunami. Sebelum tahun 2004, ditemukan banyak lokasi di Lamno yang menjadi kawasan tempat tinggal keturunan Portugis, sebut saja di daerah Kuala Daya dan Lambeuso.

Menurut sejarah, ternyata Si Mata Biru adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis di bawah Nahkoda Kapten Pinto yang saat itu berlayar ke Malaka (Malaysia) dan sempat berdagang di wilayah Lamno. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi antara tahun 1492-1511 . Kaum dari Portugis ini kemudian dikenal dengan kaum Porto yang akhirnya berbaur dengan orang Aceh, menikah, dan menetap di Lamno. Inilah yang menjadi cikal bakal sejarah adanya keturunan si Mata Biru di Lamno.

Lamno berjarak 86 kilo meter dari Banda Aceh, keturunan Bangsa Portugis di Lamno mempunyai ciri-ciri yang hampir mirip dengan nenek moyang mereka, yakni mempunyai badan yang tinggi, kulit putih, rambut pirang, hidung mancung, dan yang paling spesifik adalah mata mereka yang biru seperti air laut yang ada di bibir pantai, dan bagi prianya di tambah dengan berbulu di tangan dan bulu dada yang tebal, bagi masyarakat Aceh kebanyakan, mereka memberi julukan ke penduduk Lamno dengan panggilan Bulek Lamno atau Dara Portugis, tetapi sayangnya sejak kejadian Tsunami 2004 silam yang meluluh rantakan Aceh, yang membuat semakin berkurangnya keturunan portugis di lamno di karenakan rumah mereka merupakan salah satu daerah paling parah terkena Tsunami, di tambah dengan setelah kejadian Itu kebanyakan dari keturunan portugis lamno banyak yang hijriah ke Lhokseumawe dan Banda Aceh, dan mereka menikah dengan penduduk setempat.

Banyak dari relawan yang datang ke Aceh bertanya-tanya dari mana asal muasalnya ada keturunan portugis di Aceh.
Banyak cerita yang berkembang di Aceh, tetapi tidak ada satu cerita pun yang bisa membuat menjadi kesepakatan asal usul penduduk Lamno tetapi dua versi yang paling populer di kalangan Rakya Aceh.

1) Pada tahun 1519 bangsa portugis datang ke pesisir Barat Aceh dengan niat membeli rempah-rempah ke kesultanan Daya(yang masuk kedalam kesultanan Aceh Darussalam pada masa sultan Iskandar Muda), lambat laun bangsa portugis mulai meninggalakan misinya yang mulanya berdagang menjadi menjajah, dan kebanyakan dari mereka banyak yang menikahi masyarakat setempat.

2) Versi kedua adalah lewatlah kapal yang berisi tentara kerajaan Portugis di peisir barat Aceh, tetapi malangnya kapal mereka karam di daerah Lamno yang masuk ke dalam kesultanan Daya, dan oleh sultan Daya, mereka di selamatkan dengan syarat mereka mau memeluk Agama islam, dan mereka menyetujui usulan sultan daya dan mereka berasimilasi dengan masyrakat setempat dengan menjadi pemeluk Agama islam yang taat.
Dari dua versi yang beredar tersebut saya lebih cenderung memilih nomor dua ini deperkuat dengan sebuah catatan penjelajah muslim yang bernama Marco Polo yang singgah di Aceh pada tahun 1292-1295 yang berisikan tentang “kebesaran kesultanan Daya berbaur dengan Prajurit Portugis”.

0 Response to "Kenali “Si Mata Biru” Keturunan Portugis Di Aceh Jaya"

Post a Comment