Wanita Aceh Tak Cantik Lagi

Berat hati menulis judul artikel ini. Apa yang akan terjadi jika dua juta wanita Aceh melempari muka ini dengan botol air mineral dan berteriak "segera hentikan ocehanmu!".Ops! Benarkah wanita Aceh tak cantik lagi?

Kecantikan memang menjadi nilai yang kerap dicari dan diupayakan bukan hanya oleh kaum lelaki tapi juga wanita itu sendiri. Produk-produk kecantikan yang terpampang di etalase nyata atau maya laku keras. Seolah cream pemutih, pembersih wajah, bedak, lipstik, celak, bulu mata buatan, menjadi barang wajib bagi wanita. Keluar rumah tanpa polesan-polesan mengakibatkan lunturnya rasa percaya diri.

Hal ini membuktikan bahwa, upaya mempercantik diri menjadi bagian dari hidup seorang wanita. Kita akan bersepakat mengenai ini tapi pasti kita akan berbeda mengenai standar kecantikan seorang wanita. Cantik menurut dia belum tentu cantik menurut kamu. Cantik itu relatif.

Menurut sebagian orang wanita cantik adalah yang memiliki rambut pirang seperti Shakira, bibir penuh dan tulang pipi tinggi seperti Angelina Jolie, hidung kecil seperti Miranda Kerr, alis seperti Kate Middleton dan dagu seperti Megan Fox. Sedangkan menurut yang lainnya definisi wajah cantik adalah ketika wanita memiliki rambut hitam seperti Freida Pinto. Wanita juga disebut ideal ketika tulang pipinya halus seperti Keira Knightley, hidung seperti Blake Lively, bibir sensual seperti Scarlett Johansson dan alis seperti milik Cara Delevingne.

Ingatkah kita pada kisah cinta paling tersohor sedunia "Laila Majnun" karya Nijami? Tokoh pemuda bernama Qais yang tengah dimabuk cinta dengan sosok Laila menjadikan ia setengah gila (majnun). Hingga suatu hari seorang raja heran karna wanita bernama Laila yang menyebabkan Qais bagai manusia gila merupakan wanita yang tidak sangat cantik. Bahkan dikerajaannya masih banyak wanita yang jauh lebih cantik.

"Tuan jangan lihat dari kacamata tuan, lihatlah Laila dari kacamata majnun seperti saya" begitulah ungkap Qais yang memperjelas kepada kita bahwa ukuran kacamata kecantikan kita berbeda. Orang yang tengah dimabuk asmara punya ukuran kecantikan sendiri.

Cantik Itu Simetris

Cantik adalah ia yang simetris. Ungkapan ini saya dengar dari dosen saya. Tentu saja ini menjadi menarik untuk dibahas. Wajah yang simetris, tubuh yang simetris, senyum yang simetris, bola mata yang simetris, hidung yang simetris. Setiap yang simetris itu sudah pasti indah dan cantik. Saya lantas ikut mengamini.

Kesimpulannya adalah kecantikan itu memang relatif akan tetapi kita bersepakat bahwa setiap yang simetris itu cantik. Bisa tidak anda mengatakan bahwa mereka yang memiliki wajah yang miring sebelah  dikatakan cantik? Nah, itu dia.

Cantik, tidak cantik, normal, tidak normal, simetris dan tidak simetris merupakan pembahasan sehari-hari para dokter gigi termasuk mahasiswa co-ass seperti saya. Kita dituntut untuk mengembalikan semua pada fungsinya dengan tetap memperhatikan keestetikannya. Dalam bidang orthodonti kita biasa mengukur kesimetrisan wajah pasien. Jika ada yang kurang simetris oleh sebab hubungan rahang dan gigi yang tidak baik segeralah dilakukan perawatan.

Cantiknya Wanita Aceh

 

Nyatanya wanita Aceh memang dikenal cantik-cantik. Di banyak literatur tulisan dan sejarah kita mengetahui sumber kecantikan itu karna perpaduan suku Aceh dengan banyak bangsa. Aceh biasanya disebut dengan Arab, Cina, Eropa dan Hindia. Maka tak heran jika kita berkunjung ke Aceh Jaya tepatnya lamno kita akan menadapati gadis Aceh bermata biru layaknya perempuan Eropa. Sementara di Pidie kita temui banyak gadis India. Sedangkan jika menelusuri aceh bagian tengah akan kita temui gadis-gadis Aceh berkulit putih, bermata sipit seperti gadis Cina.

Penelitian Skripsi saya pun berhubungan dengan wajah suku Aceh. Judulnya "Hubungan Lebar mesiodistal gigi terhadap kecembungan wajah suku Aceh (Deutro-Melayu)". Dari sini terbukti bahwa informasi genetika yang berpadu dari bangsa-bangsa dunia memang benar adanya dan memang wanita Aceh diakui cantik-cantik.

Pudarnya Pesona Wanita Aceh

 

Kecantikan gadis Aceh itu menjadi semakin sempurna oleh karena kecantikan yang terpancar dari hatinya (inner beauty). Becky Tumewu, Human Capital Director Talk-inc., menjelaskan bahwa inner beauty merupakan pemikiran yang lahir dari dalam diri seseorang, serta kekuatan pikiran, hati dan ketulusan. Kecantikan batin atau inner beauty meliputi kecantikan jiwa, kecantikan karakter serta perilaku. Kecantikan Inilah yang menjadi karakter wanita Aceh yang seharusnya tidak lekang oleh perubahan zaman.
Wanita Aceh Berkharisma bukan karena kecantikan fisiknya. Tapi karena kecantikan yang terpancar dari jiwanya. Mereka menjaga diri dengan kesungguhan hatinya. Menutupi dirinya dengan jilbab yang menjuntai indah. Jadilah wanita aceh itu adalah muslimah sejati. Kecantikan fisik tak abadi sedang kecantikan hati dari sumbernya abadi.

Kecantikan jiwa merupakan gabungan dari beberapa hal positif, di antaranya kematangan kepribadian, keluhuran akhlak, kecenderungan untuk selalu mengembangkan wawasan, kecemerlangan otak dan kebersihan jiwa. Dalam pandangan islam kecantikan jiwa menjadi sumber nilai sesungguhnya, bukan dari kecantikan fisik.
 ”Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupamu dan hartamu tetapi dia melihat amal perbuatanmu dan hatimu”. (HR. Ibnu Majah)

Standar kita menilai kecantikan seseorang adalah kecantikan hati dan jiwa. hati merupakan inti kepribadian manusia yang pantas untuk dijadikan petunjuk tentang diri seseorang. Kekhawatiran kita adalah pudarnya pesona wanita Aceh yang dari sejak dulu amat dikenal diseluruh pelosok negeri oleh karena hilangnya kecantikan hati.
 
Wajah cantik tapi hati suram dan berkarat siapa yang mau. Bahkan kecantikan jasad bila tak dibarengi dengan kecantikan jiwa bisa menjadi petaka.

Sekarang wanita Aceh tak malu lagi mengumbar auratnya. Menjual harga dirinya demi pujian dan meterialisme. Sulit pula kita mendapati gadis Aceh yang dekat dengan Al-Qur'an. Keteguhan pribadi hanya jadi sejarah masa lalu. Keluhuran akhlak wanita Aceh hanya tinggal kenangan. Arus budaya luar dan modernisasi melumat habis pesona itu. Akankah wanita Aceh kembali cantik seperti dulu?  


0 Response to "Wanita Aceh Tak Cantik Lagi"

Post a Comment