Pada
Senin (6/3), Kementerian Luar Negeri mengumumkan bahwa Indonesia siap
menerima kunjungan kenegaraan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan,
seorang Pangeran Mahkota Abu Dhabi, salah satu emirat di Persatuan
Emirat Arab (PEA), pada tahun ini.
Indonesia dan Persatuan Emirat Arab akan membahas sejumlah kerjasama.
Indonesia dan Persatuan Emirat Arab akan membahas sejumlah kerjasama.
Seperti
diungkapkan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, selama
kunjungan Sheikh Mohammed nanti, Indonesia dan PEA memiliki rencana
untuk mendalami kerjasama yang saling menguntungkan untuk kedua negara
di bidang politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.
Selain persoalan pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional, pemerintah juga melobi PEA untuk memberikan dukungan kepada Indonesia yang mencalonkan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Soal perdagangan, pemerintah Indonesia berharap bisa berpartisipasi dalam dalam Dubai Expo 2020 yang akan diselenggarakan pada Oktober 2020 hingga April 2021 di Dubai.
Lalu, siapakah sosok Pangeran Mahkota Sheikh Mohammed tersebut?
Selain persoalan pemberantasan terorisme dan kejahatan transnasional, pemerintah juga melobi PEA untuk memberikan dukungan kepada Indonesia yang mencalonkan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Soal perdagangan, pemerintah Indonesia berharap bisa berpartisipasi dalam dalam Dubai Expo 2020 yang akan diselenggarakan pada Oktober 2020 hingga April 2021 di Dubai.
Lalu, siapakah sosok Pangeran Mahkota Sheikh Mohammed tersebut?
Pangeran
Mahkota Sheikh Mohammed adalah putra ketiga dari mendiang Sheikh Zayed
bin Sultan Al Nahyan, presiden pertama dari PEA. Pangeran yang berusia
55 tahun ini diangkat menjadi Pangeran Mahkota Abu Dhabi pada November
2004 lalu. Saudara lelakinya, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, saat
ini menjabat sebagai Presiden PEA. Selain sebagai Pangeran Mahkota,
Sheikh Mohammed juga memegang posisi sebagai Wakil Komandan Angkatan
Bersenjata PEA.
Sheikh
Mohammed juga memiliki saudara laki-laki lain yang menduduki posisi
Wakil Perdana Menteri PEA. Ia adalah Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan.
Tak hanya berpolitik, Sheikh Mansour juga merupakan pemilik perusahaan
investasi Abu Dhabi United Group (ADUG) yang pada 2008 membeli klub Liga
Inggris, Manchester City, dan menjadikannya salah satu klub terkaya di
dunia.
Pernikahan Sheikh Mohammed dengan Putri Salama pada 1981 adalah salah satu pernikahan terbesar yang pernah ada di muka bumi di mana ia menggunakan stadion berkapasitas 20.000 kursi sebagai lokasi pernikahan. Tak tanggung-tanggung, pestanya sendiri menelan biaya hingga Rp 1,3 triliun dan dilaksanakan selama tujuh hari. Dari pernikahan tersebut, Sheikh Mohammed memiliki empat putra dan lima putri.
Lantas, apakah kunjungan Pangeran Mahkota Abu Dhabi ini akan seheboh kedatangan Raja Salman?
Pernikahan Sheikh Mohammed dengan Putri Salama pada 1981 adalah salah satu pernikahan terbesar yang pernah ada di muka bumi di mana ia menggunakan stadion berkapasitas 20.000 kursi sebagai lokasi pernikahan. Tak tanggung-tanggung, pestanya sendiri menelan biaya hingga Rp 1,3 triliun dan dilaksanakan selama tujuh hari. Dari pernikahan tersebut, Sheikh Mohammed memiliki empat putra dan lima putri.
Lantas, apakah kunjungan Pangeran Mahkota Abu Dhabi ini akan seheboh kedatangan Raja Salman?



0 Response to "Pangeran Abu Dhabi Akan ke Indonesia, Bakal Seheboh Raja Salman?"
Post a Comment